salah besar jika sedih adalah cara terbaik untuk jadi puitis. karena ketika sangat sedih, tangan ini bahkan tidak sanggup untuk menulis.
Thursday, 5 March 2015
Monday, 12 January 2015
Mimpiku Jauh dari Kehidupan
Aku baca di sebuah buku, bukunya menyuruhku bermimpi.
Aku lihat isinya. Aku baca kelanjutannya. tulisannya membakar semangatku, harapannya meneggakkanku.
gantungkanlah mimpimu di langit, setinggi bintang.
ambilah mimpimu di dekat bintang, kamu yang menggantung kamu yang harus ambil, karena hanya kamu yang bisa.
Ibuku tidak pernah menyuruhku bermimpi.
aku dibimbing. katanya hidup ini keras. kalau aku lemah aku bisa kalah.
jadilah anak yang pintar, sekolah yang tinggi, cari uang yang banyak.
jangan jadi seperti ibu, ketika anak ibu minta mainan, ibu tidak bisa belikan.
mimpiku dan hidupku tidak sejalan. hasratku masih menggebu - gebu. tapi aku harus lebih keras dari kehidupan.
mimpiku terlalu jauh tergantung, aku harus cari uang yang banyak, supaya bisa ambil lagi mimpiku.
mimpiku tidak seberapa, yang penting ibu lihat, aku akan belikan anakku mainan yang banyak.
Saturday, 20 December 2014
Pecarian
Kaki ini berjalan menusuri jalanku yang engkau berikan ya Allah
hati ini mencintai cinta, merasakan rasa, menyakiti hati.
ketika persimpangan menghentikan jalanku, kemana aku harus berjalan, ke kiri atau ke kanan.. aku hanya berhenti tanpa tau kapan harus berjalan lagi.
Saturday, 6 December 2014
Ceritaku Tentang Sahabat
sahabat,
pagi ini aku melangkah meski di luar hujan. pagi ini aku berlari meski di luar hujan. pagi ini aku telah berhenti karena diluar hujan.
sahabat,
aku tidak bisa kembali meski hanya ada hujan
aku mendapati tubuhku kering meski di atasku adalah langit yang hujan.
esok pagi haruskah aku tetap berjalan? padahal hari sedang terhenti, melihat ke belakang.
sahabatku ada ketika aku bercerita tentang kenangan.
sahabatku ada ketika aku bercerita tentang kemenangan.
sahabatku ada, karena aku sedang bercerita.
ceritaku tentang sahabat.
tidakkah kalian tau saat ini aku sedang rindu?
Thursday, 21 November 2013
Aku biarkan esoknya juga
Aku biarkan telingaku hanya mendengar gaung suaramu
Aku biarkan tawa itu pecah bukan di dekatku
Aku biarkan tangan ini tidak tergenggam
Aku biarkan mataku haus mencari tatapanmu
Aku biarkan pedihnya mengurungku
Aku berikan kamu waktu,
Waktu agar kamu sedikit merindukan KITA
Saturday, 19 October 2013
Thursday, 19 September 2013
Karena Aku Suka September part III
Benar, ketika lara datang di ujung gelora
Di dalam jiwa yang amat sakral Aku terus bertanya-tanya
Akankah hujan hadir di penghujung kerinduan yang amat sakral?
Aku menunggu, ya Aku menunggu
Keintiman antara Aku, hujan, dan..
Aku tidak pernah lupa, hari ke-203. Satu satunya tangkai dan mawar yang Rai berikan tepat diketukan kedua puluh langkah kakiku saat menghampirinya. Matanya penuh binar, seolah kami lama tidak bertemu. Satu tangkai yang begitu berarti, lalu Rai melengkapi keindahan malam itu lewat kecupan kecil di atas bibirku.
Tangkainya masih hijau meskipun sudah ada bercak-bercak coklat yang menandakan mawar kesayanganku akan mengering secara utuh. Aku selipkan itu di lembar ke-203 buku harianku, di lembar cerita kami ke-203. Sudah sejak hari ke-1 Aku selalu mengisahkan cerita kami. Aku memang sudah 20 tahun, tapi kebiasaanku menulis buku harian akan tetap menjadi keharusan sebelum Aku tidur. Sewaktu kecil ibu mengajarkannya, menceritakan satu hariku penuh diatas selembar kertas, impianku, amarahku, kesedihanku rapi dengan tinta hijauku.
Tapi sayangnya Aku lebih rindu masa-masa itu, sebelum Aku layak menceritakan kami. Ketika Aku sudah lancang menyayangi Rai sebelum ia mengizinkannya. Aku ingin merasakan lagi gejolak yang muncul saat Rai malu-malu meraih ujung jariku.
Hari ke-78 adalah adalah awal pertengkaran hebat. Aku dan Rai adalah orang paling bodoh yang mengikat komitmen tanpa komitmen. Aku justru tertampar saat melihat Rai memeluk orang lain, padahal disatu sisi Aku ada dipelukan orang lain.
Hari setelahnya, hari ke-79 Rai menceritakan semua perempuan yang ia miliki ketika bersamaku. Sinta, kiki, ratih, ayu, mila, ica, hah terlalu banyak dan saat itu seperti ada jarum besar yang menusuk leherku, bukankah Aku juga melakukan hal yang sama? Kami saling menyalahkan, kami saling memeluk, kami saling berkomitmen kembali, yang jelas Aku tidak bisa tidak bersama Rai.
Aku dan Rai memulai kembali, hanya ada pertengkaran pertengkaran kecil dan Aku menikmati itu. Hari ke-362 Aku tersadar ada yang berubah. Entah Rai atau Aku. Tegur sapa tidak berarti lebih. Kami melakukan rutinitas, bukan cinta. Aku mati matian mengembalikan getar yang Aku rasakan setiap tangan Rai tersanggah di pundak atau pergelangan pinggangku. Atau pipi yang seketika memerah saat Rai sembarangan mengecup keningku di depan umum. Tapi Rai…
Hari ke-479, ada satu hal yang selalu mengikat Aku dan Rai. Seolah mencandu Aku dengan setiap tatapannya, membiarkan Aku haus akan suaranya. Rai Aku kehilangan. Dan mawar itu sudah benar benar layu, meninggalkan bekas warna coklat yang luntur di beberapa lembar di bawah dan atasnya.
Pada akhirnya Aku mengalah dan menuntut hak ku. kehancuran terjadi pada Aku dan Rai. Hari ke-499 Aku dan Rai membuka suara atas keanehan yang terjadi belakangan ini. Kami berjanji kembali, memulai komitmen lagi
Hari ke-500, kami sepakat berpisah. Hari ini. 19 September
Mawar ini tetap ada, cinta ini selalu ada.
Aku tidak akan pernah melukainya, sakralnya bulan september.
Karena saat saat yang sangat Aku rindukan adalah saat keintimanku bersama cinta yang aku miliki.. dan hujan ini
Hujan di atas langit September
Karena Aku Suka September
Wednesday, 18 September 2013
Wednesday, 7 August 2013
Asing
Setelahnya akan ada satu, dua, lalu tiga dan seterusnya yang laun akan lupa siapa aku. Yang akan lupa bagaimana wujudku, suaraku. Aku terlalu lama asing dari kehidupan.
Karena aku punya tugas menyelamatkan hidupku yang terlanjur kelabu, meskipun butuhh waktu, tapi aku hanya punya sedikit.
Aku kecil, aku kecil diantara kebahagiaan semu hasil rekayasaku sendiri. Asing disini sampai aku mendapatkan janji tuhanku saat Ia memberikan sakit, maka Ia akan berikan penawarnya.
Dan lagi, lagi-lagi demi hati yang kecil. Sungguh aku hanya ingin menangis.
Wednesday, 13 February 2013
..
Maksud hati menghampiri batas mana aku bisa kembali.
Aku terlambat.
Semua waktu yang sudah lewat mana mungkin terjadi dua kali?
Tidak satupun selir boleh mewarnainya
Dan ketika lelah, aku lebih suka diam..
Wednesday, 6 February 2013
Monday, 31 December 2012
2012, Tahun yang Panjang
![]() |
| Buku Tahunan 33 Scholastic |
![]() |
| Meivy - PJ design Bagas - Ketua Dhesna - PJ humas Hanif - Design merangkap repot |
| Lutfan - PJ Dana |
| Bagas - Ketua Wibi - PJ Fotografi |
| Dhesna Meivy Zethy - PJ Artikel |
![]() |
| ini waktu open house teknik ui :') di depan bengkel metalurgi |
![]() |
| tujuan kami sama, metalurgi... |
![]() |
| 33 Scholastic |
![]() |
| 30 november 2012 |
Sunday, 30 December 2012
'Malem Aja Gelap Kalo Ga Ada Bintangnya'
Dhesna : iya apa mah? Ini tapi liat jidatnya jadi kaya waktu aku lagi setress SNMPTN, jerawat semua ini maaah.
Mama : Langit aja gelap kak kalo ga ada bintangnya.
Dhesna : o.0
Sunday, 23 December 2012
Sampai Satu Detik
Wednesday, 5 December 2012
Setiap aku lihat kamu!
Kalau memang tanpa kamu aku bisa bahagia,
Rasanya ingin aku memilih untuk tidak bahagia
Tuesday, 4 December 2012
Ujung Langit
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...





















