Wednesday, 7 August 2013

Asing

Terlalu lama asing dari kehidupan, aku bukannya lupa bagaimana caranya tersenyum, hari ini dan hari hari lalu jauh lebih pilu dari hari hari sebelum ini.

Setelahnya akan ada satu, dua, lalu tiga dan seterusnya yang laun akan lupa siapa aku. Yang akan lupa bagaimana wujudku, suaraku. Aku terlalu lama asing dari kehidupan.

Karena aku punya tugas menyelamatkan hidupku yang terlanjur kelabu, meskipun butuhh waktu, tapi aku hanya punya sedikit.

Aku kecil, aku kecil diantara kebahagiaan semu hasil rekayasaku sendiri. Asing disini sampai aku mendapatkan janji tuhanku saat Ia memberikan sakit, maka Ia akan berikan penawarnya.

Dan lagi, lagi-lagi demi hati yang kecil. Sungguh aku hanya ingin menangis.

Wednesday, 13 February 2013

..


Setitik, bergeming jauh sebelum aku berlari
Maksud hati menghampiri batas mana aku bisa kembali.
Aku terlambat.
Semua waktu yang sudah lewat mana mungkin terjadi dua kali?
Pasir kemudian bergelindingan, ombak dengan cepat meraup ketidakberdayaan kawanannya, lalu meninggalkan jejak putih berbusa yang tidak lama langsung menghilang..
Kerajaan ini milikku.
Tidak satupun selir boleh mewarnainya
Dan sayup sayup daun kelapa berbisik ketika aku mendekat, "berbicara tidak seburuk saat kamu berteriak. Jangan samakan udara dengan angin."
Kerajaan ini milikku
Dan ketika lelah, aku lebih suka diam..

Monday, 31 December 2012

2012, Tahun yang Panjang



Setahun..
Satu tahun dengan berjuta rasa. Aku menggantungkan segalanya setinggi langit, mimpi. Semua yang menggebu gebu. Setiap detiknya terasa begitu pelik sejak awal. Saat aku harus mengubur cita cita untuk menumbuhkan cinta pada mimpi yang baru. Aku bernafas dengan sekuat tenaga, Karena setiap hembusnya benar benar menyakitkan.
Beruntungnya aku tidak pernah sendirian, Aku berjuang bersama orang – orang hebat
Bersama orang orang yang mimpinya bergantung di sekitar mimpi – mimpiku.
Orang orang yang juga merasakan sesaknya bernafas dalam hitungan hari, hitungan manusia, dan milyaran mimpi mimpi mereka


Merekalah kesatuan paling erat yang aku miliki, saling menggenggam apapun keadaannya. Saling tersenyum dan mengingatkan. Saling memeluk dan menopang ringkihnya tubuh. Saling berbagi kebahagian, meskipun kecil. Warna yang mereka miliki masing masing menunjukan kami begitu kaya. Orang orang yang begitu hebat dengan semua usahanya.
Mereka orang yang memberi aku sebuah tanggung jawab. Entah karena tidak ada lagi orang yang mau menyempatkan diri, atau memang mereka percaya. Dan akhirnya semua selesai tepat waktu. Bekerja bersama orang – orang hebat juga tentunya. Aku bangga.


Buku Tahunan 33 Scholastic


Meivy - PJ design
Bagas - Ketua
Dhesna - PJ humas
Hanif - Design merangkap repot

Lutfan - PJ Dana

Bagas - Ketua
Wibi - PJ Fotografi

Dhesna
Meivy
Zethy - PJ Artikel
Dan masih banyak lagi, orang – orang berjasa di balik terciptanya buku bersejarah itu.
Aku meletakkan mimpiku bersama mereka, berjalan beriringan. Dengan keyakinan kami bisa
Menjadi satu bagian dari orang  orang hebat dengan almamater kuning kebanggaan semua orang.

ini waktu open house teknik ui :') di depan  bengkel metalurgi


tujuan kami sama, metalurgi...



Aku memperjuangkannya. Untuk wanita yang paling berharga melebihi apapun


Pada akhirnya, akhir dari masa SMAku. Usahaku berbuah, meskipun tidak semuanya manis




Metalurgi..
Itu bukan tempatku memupuk masa depan.
Dua kali kesempatan dan keduanya belum berhasil.
Maaf katanya..
Sudah pasti maaf karena sudah menjatuhkan jutaan mimpi yang kami gantung
Maaf sudah memberikan rasa yang berkecamuk hebat di jiwa dan raga kami
Rasa yang membuat sebagian dari tubuhku terasa benar benar lumpuh
Perjuangan yang mungkin tidak sia sia, tapi entah kapan akan menjadi manis
Maaf untuk memilih yang lebih..
Entah lebih dalam prespektif yang mana, yang jelas mungkin mereka lebih layak.

Aku belajar dari semua kepahitan, dan kenyataan bahwa mimpi yang aku gantung telah jatuh. Seperti metamorf yang mungkin sudah hancur berkeping keping
Dan selalu wajah itu yang menjadikan aku lebih kuat, wajah yang juga menyembunyikan semua kesakitannya. Menjadikan aku sebagai satu satunya alasan untuk tetap hidup.
Tidakkah seharusnya aku juga begitu?
Hari hari setelahnya aku gunakan untuk berdiri lagi, menerima kenyataan yang tidak semudah memikirkan kemayaannya.
Berjalan sendiri lagi, memulai dari awal tanpa mereka. Sumber tawaku





aku memulai kehidupan baru, masih sama seperti dulu. Yang beda hanya tanpa mereka

33 Scholastic

Aku tidak pernah merasa bodoh karena menganggap kebahagiaan selalu datang dari luka. Contohnya sekarang. Mereka sumbernya.. Jalan Tol 2012



















Dan yang satu ini
30 november 2012
Berhasil menutup 2012-ku ini dengan indah...





Sunday, 30 December 2012

'Malem Aja Gelap Kalo Ga Ada Bintangnya'

Mama : kak, muka kamu cerahan deh
Dhesna : iya apa mah? Ini tapi liat jidatnya jadi kaya waktu aku lagi setress SNMPTN, jerawat semua ini maaah.
Mama : Langit aja gelap kak kalo ga ada bintangnya.
Dhesna : o.0

Sunday, 23 December 2012

Sampai Satu Detik

Selalu menjadi sore yang terindah
Aku seperti tuna duka,
Sampai satu detik itu menjadi milikku utuh

Ternyata lama aku sadar,
Cinta tidak pernah hadir
Aku yang mendatangkannya
Sampai satu detik itu membunuh anganku pelan-pelan

Kamu juaranya sekarang
Dan aku yang mengais
Menerka setiap kata yang terucap
Sampai satu detik itu menamparku melalui keheningan

Demi hati yang kecil..
Selepas ending sebuah roman yang sudah terbaca
Karena dunia tidak perlu tahu
Sampai satu detik itu mengizinkan aku sekedar mencintaimu

Wednesday, 5 December 2012

Setiap aku lihat kamu!

Mulutku membungkam dengan sendirinya. Bahkan hanya dengan sedetik tatapan, aku rasa jantungku akan lepas. Paru paruku sulit bernafas. Sesak. dan ketika itulah saraf sarafku mulai bekerja, tanganku mendingin. Kakiku gemetar lemas. Hatiku selalu berteriak, namun sekeras apapun, aku yakin kamu tidak akan pernah mendengarnya. Bisakah aku peluk kamu sebentar saja?
Kalau memang tanpa kamu aku bisa bahagia,
Rasanya ingin aku memilih untuk tidak bahagia
"Dhes, buat dirimu sendiri bahagia. Gimana bisa kamu bahagiain orang lain kalo kamu sendiri belum bahagia?" - priscilla ziona huwae

Tuesday, 4 December 2012

Ujung Langit

Dan langit itu masih belum berujung.
Kini aku hanya bisa berbahasa dalam bisuku
Dalam lelahku sendiri karena menyimpan cinta.
Entah tuhan akan menghukumku apa. Aku menyiksa diriku sendiri, memaksa hatiku menahan segala kesakitan. Dan kini daun daun di sekitarku kemudian melayu. Melukiskan keadaan didalamku yang tidak terlihat mata.
Aku yang setelah itu meraba kekosongan dalam jarak pandang yang kecil, mencari setitik kebahagiaan dalam ruang yang amat sempit.
Bahagia itu sederhana.
Ya!
Tapi aku kehilangan kesederhanaannya, dan semua terasa begitu rumit sekarang, saat aku memaksa diriku terbang dengan sayap yang patah.

Sunday, 25 November 2012

Terjebak

Aku terjebak.
Laut nampak biru, dan langit pun begitu.
Di sini tidak ada jalan. Semuanya terlihat sama saja.
Aku hanya menapak seorang diri.
Dan selama aku masih belum tahu di mana letak ujung langit itu,
Selama itu pun aku masih akan terjebak di duniamu.
Dunia yang telah membuat aku jatuh cinta.
Dan selama aku masih belum tau dari mana asal warna biru pada air laut itu,
Selama itu pun aku masih akan terjebak dalam rasa yang aku benci.
Rasa ingin memilikimu.

Wednesday, 14 November 2012

Tanggungjawab Gravitasi?

Boleh aku minta sesuatu? Setidaknya beri aku waktu sedetik saja tanpa ada kamu. Bukan, bukan dimataku. Tapi disini, di pikiranku. Entah untuk apa aku menangis, Aku belum pernah memiliki, tapi yang aku rasakan sudah sepahit rasa saat kehilangan. Ini semua di luar kendali logikaku sayang, tentang semua permainan kita. Dan sejuta rasa yang kemarin itu, aku sudah sangat bahagia.
Tapi tidakkah kamu sedikit lebih peka? Untuk rasa yang kamu bangun sendiri hingga mendekati pasti. Aku tahu, bahkan gravitasipun tidak akan mau bertanggung jawab atas jatuhnya cinta. Apalagi kamu. Lalu masih pantaskah aku menginginkan sesuatu yang pasti? Kenangan kenangan itu meledekku satu persatu, memaksaku menangis detik ini juga. Aku ingin terbebas, dari setiap angan angan yang membunuhku dengan keabstrakannya. Dari setiap ucapan yang melayangkan aku hingga puncak paling tinggi. Dari cekikan yang aku rasakan setiap kamu menghilang. Dan sebuah akhir yang jelas tentang bagaimana aku, bagaimana kamu. Bagaimana kita?

Friday, 9 November 2012

Tanpa tahu

Aku lebih suka mencintai dalam diam. Tanpa tahu apakah ia juga cinta. Tanpa tahu siapa yang ia cinta. Tanpa tahu bagaimana suaranya saat berbicara. Tanpa tahu apa warna bola matanya. Tanpa tahu seberapa besar nafsu untuk memilikinya. Tanpa tahu aroma tubuhnya. Tanpa tahu bagaimana ia mencinta. Tanpa tahu ada berapa bekas luka di wajahnya, di tangan dan kakinya. Tanpa tahu apa yang ia lakukan setiap saat. Tanpa tahu betapa kelam masa lalunya. Tanpa tahu betapa indah rasa saat aku bersamanya. Tanpa tahu betapa menyakitkan ketika aku mulai merindu.

Thursday, 8 November 2012

Klepek Klepek~

Hari ini... Ah~
Ngeliat cowok badannya basah sama keringet abis main futsal emang sexy banget! Gantengnya nambah! Tapi..........
Lebih lemes lagi ngeliat cowok badannya basah sama air wudhu, itu super sexy sekali amat sangat :"> apalagi abis itu langsung jadi imam.... Hyaaaaaah klepek klepek~ makin makin lah <3

Saturday, 3 November 2012

sahabat pena part IV


Dear shane,
Terlalu lama untuk menunggu balasanmu shane. Aku sudah tidak sabar ingin menceritakan semuanya. Bahkan kamu belum tau aku sudah memulai. Sayangnya ini terlalu cepat berakhir.
Tapi aku hanya ingin mengingat yang indah indah saja, senyum pertama itu tidak pernah bisa hilang dari ingatanku shane, bahkan mungkin saat suatu hari nanti aku amnesia. Dan semua kesalahtingkahan yang kami lakukan, aku ingin mengenang itu. Sampai kapanpun.
Ekspresinya saat terkejut melihatku shane, ingin sekali memeluknya. Lucu!
Ya. Aku mencintai laki laki itu. Entah kapan akan berhenti.
Mungkin aku yang bodoh, aku lepas dia. Terkadang saat lelah dengan keadaan, seseorang bisa gegabah shane. tapi mungkin ini yang paling baik.

lyna

Friday, 2 November 2012

Tuesday, 30 October 2012

Aku sudah mengatakannya
Dengan amat jelas!
"Pergi sekarang atau tidak sama sekali!"
Tapi laki laki itu tetap diam.
Ia menjawab perintahku dengan matanya yang tajam, seperti bicara "bahkan kamu tidak tahu kenapa langit bisa berubah kelabu," lalu apa setelah ini?
Apakah ia akan membuka mulutnya dan berkata "aku mencintaimu, sungguh,"
Dan haruskah aku menjawab pernyataan itu dengan pertanyaan, "benarkah?"
Tapi kenyataan mulut laki laki itu tetap bungkam.
Dan aku? Aku harus mengira ngira apa yang sedang ia pikirkan. Dan tentunya menjawab pertanyaan dari matanya melalui mataku, "Ia kelabu karena menyerah pada alam, pada jalannya."
Lalu ia berdiri, menghapus jarak antara bibirnya dan telingaku, dengan lirih laki laki itu berkata, "kalau alam yang menghendakinya, baiklah." lalu ia menjauh, dan pergi
"salahkan saja terus alam yang tidak pernah bersalah, kamu punya pilihan. Tapi bodohnya kamu memilih yang lain."

Friday, 26 October 2012

"Aku ga pernah ngelarang kamu jatuh cinta sama aku. Tapi aku mohon, jangan larang aku juga buat jatuh cinta sama orang lain."

Thursday, 18 October 2012

Peduli Apa?!


Peduli apa?!
Padang yang lapang telah menunggu aku menghampirinya.
Memanen lara, menanaminya kembali.
Peduli apa?!
Dalam risau gelak menyatu menjadi samar
Aku meraup setiap sinyal mata para pembicara
Peduli apa?!
Aku diguncang pemikiranku sendiri
Semua pertanyaan yang terjawab oleh duniaku
Tidak ada yang peduli, bahkan aku.

Aku pun, ikut menghitung hari.  Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...