Melawan takdir emang hal paling sulit di dunia. Bahkan bisa dibilang hampir mendekati mustahil. Jadi yaa, nikmati aja yang udah menjadi takdir kita. Lagipula allah menggariskan takdir bukan dengan sistem komputer yang bisa secara acak penempatannya. Semua orang punya porsi.
Hidup ini ada timbal baliknya bung,
ada saat kita harus mendongak bahagia,
ada juga saat kita tertunduk menangis.
Semua orang pasti bertanya tanya, kenapa perbandingan timbal balik kehidupan itu tidak sama dengan satu. Yang artinya presentase kebahagian dan kesedihan itu sama rata. Misal, 5 menit senang, 5 menit sedih. Jadi dalam sehari kita akan sedih selama 16 jam, begitu pula senang.
Tapi tidakkah kita berfikir? Bahwa keseimbangan di alampun tidak berbanding sama dengan 1.
Mereka punya porsi.
Begitupun timbal balik kehidupan.
Bahagia itu relatif bung,
Bahkan tangisan akan terasa membahagiakan jika kita tau titik berat pada tangisan tersebut.
Titik berat yang membagi objek menjadi 2, perbatasan kesedihan dan kebahagiaan.
Dan saatnya titik berat itu berhasil ditemukan,
Percaya bung,
Saat anda menangis, dengan mudah anda akan tersenyum.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Langkahku tercekat asa yang pupus di depan mata. Jauh di batas cakrawala kini matahari menepi. Meski pelan pelan, nyata bahwa malam semakin ...
-
Kamu masih menjadi lawan bicaraku bahkan pukul tiga pagi. Untuk selanjutnya, mungkin dua atau tiga tahun lagi. atau mungkin selamanya aku ak...
-
Nanti, suatu saat aku akan cerita yang indah indah. Ketika aku sudah berhasil melewati masa ini. Ketika ada yang menyebut namamu, hatiku b...
No comments:
Post a Comment