Kepada cinta yang telah luntur kesuciannya
Kepada manusia yang melakukannya
Kepadanya, Kamu, dan mereka semua.
Aku menulis dengan segenap jerih payah untuk memulai.
Demi hati yang telah kalian injak
Demi hari dimana kebohongan berjalan
Demi pikiran yang sedemikian kacau
Terimakasih telah mengajari bagaimana caranya menjadi orang hebat.
tulisan ini buku harianku, aku persilakan semua orang membaca.
karena aku suka menulis, dan aku suka tulisanku dibaca.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Langkahku tercekat asa yang pupus di depan mata. Jauh di batas cakrawala kini matahari menepi. Meski pelan pelan, nyata bahwa malam semakin ...
-
Kamu masih menjadi lawan bicaraku bahkan pukul tiga pagi. Untuk selanjutnya, mungkin dua atau tiga tahun lagi. atau mungkin selamanya aku ak...
-
Nanti, suatu saat aku akan cerita yang indah indah. Ketika aku sudah berhasil melewati masa ini. Ketika ada yang menyebut namamu, hatiku b...
No comments:
Post a Comment