Hujan kali ini lebat tertutup kabut yang putih tebal, biasanya aroma rindu semerbak memonopoli atmosfer. Tapi kali ini rasanya hambar seperti kosong, bukan karena tidak ada kamu di relung, namun kehidupan lebih sering tidak seperti rencananya.
Aku hanya diam tanpa bisa menulis.
Monday, 6 February 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Langkahku tercekat asa yang pupus di depan mata. Jauh di batas cakrawala kini matahari menepi. Meski pelan pelan, nyata bahwa malam semakin ...
-
Kamu masih menjadi lawan bicaraku bahkan pukul tiga pagi. Untuk selanjutnya, mungkin dua atau tiga tahun lagi. atau mungkin selamanya aku ak...
-
Nanti, suatu saat aku akan cerita yang indah indah. Ketika aku sudah berhasil melewati masa ini. Ketika ada yang menyebut namamu, hatiku b...
No comments:
Post a Comment