Aku pasrah.
Tentang jodoh yang gak kemana, kenyataannya kamu pergi.
Akhirnya aku menyerah saja pada alam, apa maunya.
Dan perasaanku itu urusanku, hanya saja aku punya cinta amat besar yang patut untuk dikenang. Jadi biarkan aku membebanimu dengan cinta ini.
Seumur hidup.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Langkahku tercekat asa yang pupus di depan mata. Jauh di batas cakrawala kini matahari menepi. Meski pelan pelan, nyata bahwa malam semakin ...
-
Kamu masih menjadi lawan bicaraku bahkan pukul tiga pagi. Untuk selanjutnya, mungkin dua atau tiga tahun lagi. atau mungkin selamanya aku ak...
-
Nanti, suatu saat aku akan cerita yang indah indah. Ketika aku sudah berhasil melewati masa ini. Ketika ada yang menyebut namamu, hatiku b...
No comments:
Post a Comment