Sunday, 23 December 2012

Sampai Satu Detik

Selalu menjadi sore yang terindah
Aku seperti tuna duka,
Sampai satu detik itu menjadi milikku utuh

Ternyata lama aku sadar,
Cinta tidak pernah hadir
Aku yang mendatangkannya
Sampai satu detik itu membunuh anganku pelan-pelan

Kamu juaranya sekarang
Dan aku yang mengais
Menerka setiap kata yang terucap
Sampai satu detik itu menamparku melalui keheningan

Demi hati yang kecil..
Selepas ending sebuah roman yang sudah terbaca
Karena dunia tidak perlu tahu
Sampai satu detik itu mengizinkan aku sekedar mencintaimu

Wednesday, 5 December 2012

Setiap aku lihat kamu!

Mulutku membungkam dengan sendirinya. Bahkan hanya dengan sedetik tatapan, aku rasa jantungku akan lepas. Paru paruku sulit bernafas. Sesak. dan ketika itulah saraf sarafku mulai bekerja, tanganku mendingin. Kakiku gemetar lemas. Hatiku selalu berteriak, namun sekeras apapun, aku yakin kamu tidak akan pernah mendengarnya. Bisakah aku peluk kamu sebentar saja?
Kalau memang tanpa kamu aku bisa bahagia,
Rasanya ingin aku memilih untuk tidak bahagia
"Dhes, buat dirimu sendiri bahagia. Gimana bisa kamu bahagiain orang lain kalo kamu sendiri belum bahagia?" - priscilla ziona huwae

Tuesday, 4 December 2012

Ujung Langit

Dan langit itu masih belum berujung.
Kini aku hanya bisa berbahasa dalam bisuku
Dalam lelahku sendiri karena menyimpan cinta.
Entah tuhan akan menghukumku apa. Aku menyiksa diriku sendiri, memaksa hatiku menahan segala kesakitan. Dan kini daun daun di sekitarku kemudian melayu. Melukiskan keadaan didalamku yang tidak terlihat mata.
Aku yang setelah itu meraba kekosongan dalam jarak pandang yang kecil, mencari setitik kebahagiaan dalam ruang yang amat sempit.
Bahagia itu sederhana.
Ya!
Tapi aku kehilangan kesederhanaannya, dan semua terasa begitu rumit sekarang, saat aku memaksa diriku terbang dengan sayap yang patah.

Sunday, 25 November 2012

Terjebak

Aku terjebak.
Laut nampak biru, dan langit pun begitu.
Di sini tidak ada jalan. Semuanya terlihat sama saja.
Aku hanya menapak seorang diri.
Dan selama aku masih belum tahu di mana letak ujung langit itu,
Selama itu pun aku masih akan terjebak di duniamu.
Dunia yang telah membuat aku jatuh cinta.
Dan selama aku masih belum tau dari mana asal warna biru pada air laut itu,
Selama itu pun aku masih akan terjebak dalam rasa yang aku benci.
Rasa ingin memilikimu.

Wednesday, 14 November 2012

Tanggungjawab Gravitasi?

Boleh aku minta sesuatu? Setidaknya beri aku waktu sedetik saja tanpa ada kamu. Bukan, bukan dimataku. Tapi disini, di pikiranku. Entah untuk apa aku menangis, Aku belum pernah memiliki, tapi yang aku rasakan sudah sepahit rasa saat kehilangan. Ini semua di luar kendali logikaku sayang, tentang semua permainan kita. Dan sejuta rasa yang kemarin itu, aku sudah sangat bahagia.
Tapi tidakkah kamu sedikit lebih peka? Untuk rasa yang kamu bangun sendiri hingga mendekati pasti. Aku tahu, bahkan gravitasipun tidak akan mau bertanggung jawab atas jatuhnya cinta. Apalagi kamu. Lalu masih pantaskah aku menginginkan sesuatu yang pasti? Kenangan kenangan itu meledekku satu persatu, memaksaku menangis detik ini juga. Aku ingin terbebas, dari setiap angan angan yang membunuhku dengan keabstrakannya. Dari setiap ucapan yang melayangkan aku hingga puncak paling tinggi. Dari cekikan yang aku rasakan setiap kamu menghilang. Dan sebuah akhir yang jelas tentang bagaimana aku, bagaimana kamu. Bagaimana kita?

Friday, 9 November 2012

Tanpa tahu

Aku lebih suka mencintai dalam diam. Tanpa tahu apakah ia juga cinta. Tanpa tahu siapa yang ia cinta. Tanpa tahu bagaimana suaranya saat berbicara. Tanpa tahu apa warna bola matanya. Tanpa tahu seberapa besar nafsu untuk memilikinya. Tanpa tahu aroma tubuhnya. Tanpa tahu bagaimana ia mencinta. Tanpa tahu ada berapa bekas luka di wajahnya, di tangan dan kakinya. Tanpa tahu apa yang ia lakukan setiap saat. Tanpa tahu betapa kelam masa lalunya. Tanpa tahu betapa indah rasa saat aku bersamanya. Tanpa tahu betapa menyakitkan ketika aku mulai merindu.

Thursday, 8 November 2012

Klepek Klepek~

Hari ini... Ah~
Ngeliat cowok badannya basah sama keringet abis main futsal emang sexy banget! Gantengnya nambah! Tapi..........
Lebih lemes lagi ngeliat cowok badannya basah sama air wudhu, itu super sexy sekali amat sangat :"> apalagi abis itu langsung jadi imam.... Hyaaaaaah klepek klepek~ makin makin lah <3

Saturday, 3 November 2012

sahabat pena part IV


Dear shane,
Terlalu lama untuk menunggu balasanmu shane. Aku sudah tidak sabar ingin menceritakan semuanya. Bahkan kamu belum tau aku sudah memulai. Sayangnya ini terlalu cepat berakhir.
Tapi aku hanya ingin mengingat yang indah indah saja, senyum pertama itu tidak pernah bisa hilang dari ingatanku shane, bahkan mungkin saat suatu hari nanti aku amnesia. Dan semua kesalahtingkahan yang kami lakukan, aku ingin mengenang itu. Sampai kapanpun.
Ekspresinya saat terkejut melihatku shane, ingin sekali memeluknya. Lucu!
Ya. Aku mencintai laki laki itu. Entah kapan akan berhenti.
Mungkin aku yang bodoh, aku lepas dia. Terkadang saat lelah dengan keadaan, seseorang bisa gegabah shane. tapi mungkin ini yang paling baik.

lyna

Friday, 2 November 2012

Tuesday, 30 October 2012

Aku sudah mengatakannya
Dengan amat jelas!
"Pergi sekarang atau tidak sama sekali!"
Tapi laki laki itu tetap diam.
Ia menjawab perintahku dengan matanya yang tajam, seperti bicara "bahkan kamu tidak tahu kenapa langit bisa berubah kelabu," lalu apa setelah ini?
Apakah ia akan membuka mulutnya dan berkata "aku mencintaimu, sungguh,"
Dan haruskah aku menjawab pernyataan itu dengan pertanyaan, "benarkah?"
Tapi kenyataan mulut laki laki itu tetap bungkam.
Dan aku? Aku harus mengira ngira apa yang sedang ia pikirkan. Dan tentunya menjawab pertanyaan dari matanya melalui mataku, "Ia kelabu karena menyerah pada alam, pada jalannya."
Lalu ia berdiri, menghapus jarak antara bibirnya dan telingaku, dengan lirih laki laki itu berkata, "kalau alam yang menghendakinya, baiklah." lalu ia menjauh, dan pergi
"salahkan saja terus alam yang tidak pernah bersalah, kamu punya pilihan. Tapi bodohnya kamu memilih yang lain."

Friday, 26 October 2012

"Aku ga pernah ngelarang kamu jatuh cinta sama aku. Tapi aku mohon, jangan larang aku juga buat jatuh cinta sama orang lain."

Thursday, 18 October 2012

Peduli Apa?!


Peduli apa?!
Padang yang lapang telah menunggu aku menghampirinya.
Memanen lara, menanaminya kembali.
Peduli apa?!
Dalam risau gelak menyatu menjadi samar
Aku meraup setiap sinyal mata para pembicara
Peduli apa?!
Aku diguncang pemikiranku sendiri
Semua pertanyaan yang terjawab oleh duniaku
Tidak ada yang peduli, bahkan aku.

Saturday, 6 October 2012

Sahabat Pena III

My dearest shane,
Iya shane, itu cinta. Yang sedang kamu rasakan itu cinta namanya. Kamu akan menunggu, bahkan sampai waktu yang tak hingga lamanya. Kamu ingat banyak bilang cinta datang karna terbiasa? Suatu saat kamu tidak akan rela kehilangan tukang susumu itu shane, hihi
Sekarang sudah berbeda shane, kakak tua ku entah menghilang kemana. Aku tidak mau menunggu. Bukan karena aku tidak cinta, tapi ini hanya soal bagaimana aku menjaga perasaanku sendiri. Satu, dua, bahkan berbulan bulan ini banyak sekali yang hadir di sekelilingku shane. Tapi tidak ada yang bisa sehangat matanya, mata kakaktuaku yg ada di sangkar, yang sudah dibawa jauh oleh pemiliknya. Pemilik sahnya.
Kecuali orang itu.. Laki laki tampan dengan sejuta pesona. Dia memulai sesuatu dan tentu aku menyambut harapan itu meski hanya kepalsuan. lalu layakkah aku protes jika suatu saat benar benar akan terjadi antara aku dan dia hanya ada ruang hampa? Karena di dalamnya tidak ada kehidupan yang bisa berjalan shane.
Aku belajar mengatur perasaanku sedemikian kerasnya. Mematok, sampai batas mana aku boleh terlena dengan senyumnya yang mematikan itu.
Cinta tidak pernah sesederhana ucapannya, aku bahkan bisa runtuh ketika aku salah menempatkan kapan aku harus memikirkannya. Miris shane, ia selalu hadir setiap aku mencoba untuk sadar dari dunia khayal yang aku bangun sendirian. Dan kembali lagi aku harus terseok menunggu harapan demi harapan..

Always miss you,
Lyna

Friday, 21 September 2012

They're..


huuuoooo.. gundah gulana galau luar biasa. (galau mulu sih dhes) bodo. baca catetan gak konsen, malah ngerefresh twitter mulu. bolak balik buka galery. dan ternyata sumber dari semuanya itu yaa, kalian. totally i miss you, all of my girls. dan orang orang hebat yang sekarang udah nyebar kemana mana. even though we had met a month ago, tetep aja kangen.  













Thursday, 20 September 2012

Don't Judge a Book by its Cover (masih berlaku)

Apa yang pertama kali kalian pikirin waktu ngeliat pict ini? Warnanya yang coklat dengan gradasi yang abstrak dan lapisan mengkilat begitu khas, dan akrab dengan kehidupan kita.
Yak. Sama.
Gue juga mikir gitu.
*suatu pagi* gue lagi beres beres rumah, maklum, kodrat sebagai wanita, tiba tiba ada plastik udah lecek warna putih tapi kusam. Pikiran gue langsung menerawang ke masa lalu. Gue baru inget kemaren nyokap dari puncak. Mungkin oleh oleh. Tapi entah ini apa. Plastik putihnya berukuran lumayan besar. Tapi di plintir plintir kayak orang meres cucian basah, kebayangkan? Akhirnya gue buka dan gue lihat isi di dalamnya. Ada wafer berlapis coklat, dengan karamel dan crispy *ngaco
Ada benda itu. Shock bukan main, speechless parah, koma sejenak. Dalem hati gue keheranan, masa iya nyokap gue...
Ah gak mungkin.
Terus kenapa ada kotoran manusia di meja makan?! Perbuatan siapa ini? Gue udah berfikiran buruk bahwa ini tanda gak bagus buat masa depan gue. Hampir gue netesin air mata. Tapi gajadi, ngapain nangis buat hal yg belom pasti.
*nyokap pulang dari pasar*
D : mah! Mamah.. Ini eek nya siapa mah? Kok diplastikin?
M : mana eek si dhes
D : ini mah *nunjukin plastik*
M : ini bukan ta*i kakaaaaak.
D : hah? Terus apaan?
M : ubi. Ubi cilembu.
D : ~ *lemes*
Dan harus diketahui, ubi ini ubi paling enak yang pernah gue makan.
Sekian

Monday, 17 September 2012

Abon~

Edu : ra mau ga lu ra kerja gaji dua puluh juta?
Rara : apaan si du
Edu : nepokin sapi sampe jadi abon hwkwkhwkwk
Singgih : ngejemur sapi sampe mati aja berapa lama yak bruakakakak gmana nyampe jd abon
..

Friday, 14 September 2012

Insiden Kuah Soto

Ada yang pernah bilang, jangan pernah anggep hidup lo atau diri lo itu sial. Karna otomatis kita bakal jauh dari bersyukur. Kalo di pikir pikir bener juga sih, mana ada orang yang ngucap “Ya allah alhamdulillah saya sial hari ini.” Kalaupun ada pasti cuma satu atau dua dari seluruh jumlah rakyat indonesia, dan itu yang satu tinggal di RSJ, yang satu tinggal di hutan sendirian. So, “apapun yang” terjadi kita harus merasa bahwa kita itu beruntung, dan senantiasa bersyukur.

Em.. tapi gini, apa gue harus merasa beruntung ketika gue numpahin kuah soto se-kuali, panas, kuning di pagi hari yang indah? Mau nangis.. bukan karena gue ga suka bau nya, atau gue gak bisa bersihin. Tapi bayang bayang kain pel langsung menghantui pikiran gue. Ini berminyak banget. Pasti lama bersihinnya. Di satu sisi tiba tiba jam teriak “WOOOY HARUS NGAMPUS JAM SETENGAH 8!” oh my god..

Gue muter otak, bener bener mikir di mana letak keuntungannya? Tapi buru buru gue sadarin diri karena kalo kebanyakan mikir gue pasti telat. Dan yap benar saja, ini sama kayak bayangan yanng muncul di kepala gue tepat satu detik setelah gue numpahin kuah sotonya. Gue bener bener megang kain pel, terus lagi nuang sabun, sambil meratapi nasib seandainya gue gak begini, seandainya gue gak begitu. Penyesalan emang selalu dateng belakangan. Kalimat ini klise tapi bermakna besar. Coba aja kita telaah lebih dalam..

*berfikir*

*berfikir*

*berfikir*

*berfikir*

Bener juga ya.

Oke. Saatnya berangkat ke kampus (ceilehh kampus, maklum masih norak. Kadang kadang gue suka nyebut sekolah). Sebelumnya gue udah pengakuan dosa ke nyokap atas kejadian yang tidak disengaja. Yang tadinya dari semalem niat sarapan soto ayam, gak jadi gara gara udah empet duluan. Walaupun di kualinya masih ada sisa sisa kehidupan si kuah, sekitar dua mangkok.

Di jalan gue masih berfikir keras, dimana letak keuntungannya? Oh mungkin dengan gue bersih bersih dapurnya jadi wangi. Ah engga juga. Atau mungkin dengan gue bersih bersih sebelum ngampus, otak gue jadi fresh? Ah engga juga. Malahan jadi ilfeel sama soto dan kepikiran. Atau mungkin dengan gue numpahin kuah soto bakal ada ibu peri, dan tring gue jadi cantik. Ah apa apaan otak gue kenapa mikir kesitu. Gue mikirin terus, dari bu Rita mulai ngajar, sampe selesai ngajar. Masih gak nemu juga. Apa kesimpulannya gue ini sial?

Masa sih? Tiba tiba muncul pertanyaan di otak gue. “apa ada orang yang lebih beruntung dari gue saat itu?” jawabannya, BANYAK. Yak makin pesimis aja deh. Dan ternyata muncul lagi satu pertanyaan terakhir, “apa ada orang yang lebih sial dari gue saat itu?” dan jawabannyaaaaaa……. BANYAK! Terharu banget akhirnya nemuin jawaban yang pas. Di situlah letak keberuntungan gue, gue lebih beruntung dari orang orang yang lebih sial di luar sana. Mungkin ada yang saat itu numpahin sayur basi, atau mungkin ada yang numpahin tempat sampah. Ya pokoknya lebih sial deh. Lagipula kita Cuma ga boleh bilang diri kita sial kan? Bukan ga boleh bilang orang lain sial. Jadi sekarang gue bisa bersyukur dengan ikhlas. Jadi inget bidara pernah bilang, kalo mau bersyukur, liatnya ke bawah, jangan ke atas. Dengan begitu kita bakal lebih banyak bersyukur.

Saturday, 8 September 2012

"Pak Pos, tolong antarkan,"

Lapor kak.

Aku udah kuliah loh sekarang.

Maaf laporannya lewat sini, aku belum sempet ke makam kalian. Belakangan ini musim kemarau, pasti tanah di sana kering ya kak? Banyak banget yang mau aku ceritain. Dari mulai perjuangan yang luar biasa dan tiap hembusan nafas yang bener bener terasa berat, sampai berujung kekecewaan berulang kali. Dilema yang amat sangat buat ngambil keputusan untuk masa depan aku kak, masa depan adek. Kebahagiaannya mama. Misi itu belum berhasil kak, maaf. Aku sendirian.

Aku sering berfikir, seandainya kalian ada disini. Aku gak perlu nyari kemana mana bahu buat bersandar. kak, bukankah lambat laun air akan tumpah bila terus menerus dituang ke gelas yang sama? Lalu apa aku salah bila menjadikan hatiku sekeras baja? Aku gak punya hak untuk menjadi lemah kak. Tapi terkadang ada masa masa yang benar benar sulit dan aku butuh kalian.. dan untuk cerita yang banyak sekali itu, aku bahkan bingung mulai darimana. Biar aja waktu yang tahu kak. jangan khawatir. Kalian baik-baik ya J

Saturday, 1 September 2012

Welcome My September

Aku..
Aku melihat ada tanda,
Langit yang menjadi abu abu
Dan pandangan yang bernuansa cokelat. Seperti foto orang jaman dahulu, yang hanya memiliki dua warna. Kalau tidak putih, ya cokelat. Pandanganku melihat kegelapan, langit nampaknya sudah tidak sabar. Angin semakin ribut dengan masalahnya sendiri. Aku yakin, mungkin kalau wajahku aku usap dengan kapas, pasti banyak debu yang terlihat. Semua orang sama sama berambisi ingin cepat sampai di rumah. Tapi aku? Aku menikmati sore ini, benar benar menikmatinya. Jalanan yang begitu lenggang memberikan kebebasan untukku merasakan pertandanya. Daun daun begitu gembira, mereka menari nari. Hewan hewan yang biasanya berterbangan sudah mencari tempat berlindung. Tapi tidak denganku, aku menikmatinya, setiap mili angin yang aku hirup di jalanan. Dingin, tapi menyenangkan.
Aku hanya tertawa,
Ya.. Tertawa.
Karena benar adanya, hujan datang. Sesekali aku memejamkan mata. Mencoba mengingat setiap detik yang terjadi, saat titik-titik hujan jatuh tepat di kulitku. Dan betapa aku merindukan wangi ini. Wangi tanah kering yang seketika basah terkena air hujan. Atmosfer yang terasa lembab dan hangat. Dan air yang turun dari langit di atasku. Begitu lama sampai aku bisa merasakan ini lagi, hujan di bulan september.

Aku pun, ikut menghitung hari.  Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...