Tuesday, 31 March 2020
Bumiku sakit.
Friday, 27 March 2020
Mati Berkali-kali
Tuesday, 17 March 2020
Dimakan belukar.
Thursday, 12 March 2020
Sunday, 23 February 2020
Tuesday, 18 February 2020
Saturday, 15 February 2020
Wednesday, 15 May 2019
Lakuna
Berisik
Wednesday, 16 January 2019
Sunday, 29 April 2018
Hai kamu, sebuah kesepakatan antara Tuhan dan aku.
Terimakasih sudah mencari tulang rusukmu yang hilang ini.
Aku akan cerita sedikit jika kamu kebingungan memaknai aku yang terlihat nanar tidak karuan.
Aku punya dua masa lalu.
Yang satu baik, dan yang satunya amat tidak.
Keduanya saling berkaitan dan bekerjasama membentuk hidupku yang seperti ini.
Dan jika kamu orangnya,
Yang rela menerima masa laluku, baik atau tidak,
Aku akan melakukannya.
Berjuang lagi.
Menghidupkan hatiku yang dibuat mati.
Aku akan memaklumi cemburumu karena akupun pasti begitu, terlebih jika ternyata masa lalumu bahkan lebih indah dari punyaku.
Kepada kamu, yang degup jatungnya berteriakan bersama milikku ketika kita saling bertatap.
Tuhan selalu punya cara untuk membuat kita yakin. Seperti ucapan yang salah tingkah, atau senyum yang malu malu. dan jika seperti ini memang jalannya mempertemukanmu denganku,
Aku pasrah.
Kepadamu, aku bermaksud mengajakmu ke suatu ruang yang amat luas. Yang isinya kosong tidak ada apa apa. Di situ kamu boleh menyimpan setiap rasa yang kamu anggap menyakitkan, dan merelakan semua rasa yang kamu kira dulu adalah yang paling indah.
Pun aku akan melakukan hal yang sama.
Aku akan menguncinya.
Tentu suatu saat kamu boleh membukanya, dan kita berdua akan melihat lembaran lembaran rasa itu sambil tersenyum. Tentu saja untuk menyadari, bahwa Tuhan selalu memberi kita kesempatan untuk belajar. Untuk mengetahui seperti apa kehilangan dan ditinggalkan.
Dengan begitu kita akan betul betul menghargai sebuah kesempatan. Untuk bahagia.
Dan kita berdua perlahan menjadi orang asing yang tidak bijak. Membuang kemungkinan mentah-mentah tanpa berusaha.
Dan kini aku akan mematikan rasa, karena dulu aku sering belajar manajemen hati.
Cinta bukan cinta jika hanya satu yang berjuang. Meskipun pelukmu masih sangat aku ingat, tapi bukankah kelak kita menjadi benar benar asing? Bukan setengah-setengah.
Friday, 20 April 2018
Kisah yang indah.
Tentang renjana yang aku titip kepada cakrawala, dan kemukus yang jatuh di ujung bianglala. Aku titipkan kisah yang amat sempurna, dengan segala ketidaksempurnaan cinta.
Yang kini berjalan sangat pelan.
Hati bukan main gamang, menimbang dan mengira kisah yang usai mungkin tidak sepenuhnya selesai.
Saturday, 14 April 2018
Thursday, 12 April 2018
Tuesday, 13 March 2018
Rindu
Hari ini rindu mengorek ngorek cerita lama. Ada rasa yang sakit di satu titik di relung hati dah pikiran. Seandainya bisa menangis, akan lebih lega lagi jika teriak dan memaki. Tapi aku hanya bisa bersandar di sudut kereta dekat pintu, dan terdiam.
Barisan orang yang duduk, mereka menunduk dan mata terpejam. Satu orang menengadah goyah sesuai laju kereta. Aku mencoba melakukannya sambil berdiri. Aku lihat kamu tersenyum dalam ingatan yang samar samar.
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...