Saat semua berlomba bercerita kepada dunia
tentang kasih sayang yang mereka dapat
Tentang kenangan yang aku fikir lebih indah saat aku melihat pelangi
Tentang tawa yang bisa menghidupkan sejuta kunang kunang yang telah mati
menjadi energi untuk dunia
Energi yang membuat mereka tetap percaya apa itu cinta?
Dimana aku?
Aku coba tidak mendengar apapun saat mereka melakukan itu
Berjongkok ditengah hangatnya kasih yang saling mereka bagi
Menutup telinga dan memejamkan mataku
KENAPA AKU TETAP MERASA DINGIN?
Sedangkan mereka merona karena hangat itu memanjakan wajahnya
Aku rindu masa lalu :'(
sentuhan dipundakku
usapan saat air mataku jatuh
Pelukan ketika bibirku sulit untuk tersenyum
Genggaman erat dan sebuah kecupan dikening
Aku iri :'( melihat mereka menangis
melihat mereka saling memeluk
mengucapkan janji apapun itu.
Dunia memang selalu berputar, kadang aku berfikir ingin kembali membuka mata dan melihat masa lalu, merasakan kehangatan lagi. Aku tak butuh logika untuk ini. Logika ku sudah terpilin, kusut bahkan hancur.
Entah, mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan
memejamkan mata
membekukan tetesan yang keluar dari mata itu
berteriak dalam hati, "masih ada cinta disekelilingmu, rasakanlah"
lalu menarik pipiku,
dan tersenyum :)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Kamu masih menjadi lawan bicaraku bahkan pukul tiga pagi. Untuk selanjutnya, mungkin dua atau tiga tahun lagi. atau mungkin selamanya aku ak...
-
Gusar hendak baur pagi-pagi buta melarikan diri dari sisa kesadaran. Beberapa tanya masih berputar di kepala, aku katakan pada naluri yan...
No comments:
Post a Comment