Saat ini aku berkutat didalam ruang hampa tanpa suara, seketika mereka berlomba untuk berbicara.
Hening seperti air tanpa gelombang, seperti udara tanpa gerakan, seperti domba tanpa nyawa.
Pecah bagaikan hujan kilat dengan gemuruh suara petir.
Berisik.
Jantungku berbicara
nadiku berbicara
ususku berbicara
jariku berbicara
tanganku berbicara
kakiku berbicara
helaian rambutku berbicara
ujung kukuku berbicara
paruku berbicara, hanya untuk membantuku mengatakan aku menyayangimu :)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Langkahku tercekat asa yang pupus di depan mata. Jauh di batas cakrawala kini matahari menepi. Meski pelan pelan, nyata bahwa malam semakin ...
-
Kamu masih menjadi lawan bicaraku bahkan pukul tiga pagi. Untuk selanjutnya, mungkin dua atau tiga tahun lagi. atau mungkin selamanya aku ak...
-
Nanti, suatu saat aku akan cerita yang indah indah. Ketika aku sudah berhasil melewati masa ini. Ketika ada yang menyebut namamu, hatiku b...
No comments:
Post a Comment