Disaat aku setengah hidup berjalan tanpa kamu lagi, ketika aku terlalu butuh kamu dan harus berfikir bahwa cinta sudah bukan untuk digenggam. aku jatuh bangun mencari tangan yang biasa menuntunku setiap kita berjalan. tapi kini hatiku seolah terbalik sewaktu kamu kembali meminta keberadaanku tetap terlihat, walaupun meja putih itu telah rusak digores. sunguh demi hadiah kecil dari nenek dan kakek diumur kita yang pertama, aku takut cinta ini benar benar akan memudar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aku pun, ikut menghitung hari. Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...
-
Langkahku tercekat asa yang pupus di depan mata. Jauh di batas cakrawala kini matahari menepi. Meski pelan pelan, nyata bahwa malam semakin ...
-
Kamu masih menjadi lawan bicaraku bahkan pukul tiga pagi. Untuk selanjutnya, mungkin dua atau tiga tahun lagi. atau mungkin selamanya aku ak...
-
Nanti, suatu saat aku akan cerita yang indah indah. Ketika aku sudah berhasil melewati masa ini. Ketika ada yang menyebut namamu, hatiku b...
No comments:
Post a Comment