Sunday, 15 July 2012

syahdunya malam

Malam larut dalam kegelapan, dan aku membiarkan ia tetap sunyi. Hanya angin yang bisa masuk melalui jendela, ia menggodaku dengan sentuhannya. Lembut. Mereka membawa wangi yang khas, wangi yang menenangkan. Wangi hujan..
Malam sunyi yang menangis, entah karena bahagia atau terluka. Luka adalah ujian dan bahagia adalah hadiahnya. Dan kini aku merasakan keduanya, kesyahduan rintik hujan yang jatuh di atas dedaun kering. Percikan air yang jatuh ke dalam kubangan. Dan rintih hewan hewan kecil yang kedinginan.
Aku menikmati perihnya..
Pada luka yang menyelimuti malamku
Pada darah yang menetes dari hati
Pada cinta yang aku rasa menyakitkan
Aku menikmatinya..
kecewa yang melebihi samudera
karena di sanalah aku tenggelam
Dan bahagia ini datangnya dari luka

Friday, 29 June 2012

Sahabat pena?

Dear shane,
Kamu tau shane, saat ini fikiranku seperti berputar, melayang-layang. Kadang aku merasa ini menyenangkan, tapi nyatanya justru yang aku rasakan adalah sakit. Apalagi kalau bukan.. Iya aku jatuh cinta shane. Dan aku percaya sekarang, bahwa bahagia itu sederhana. Seperti saat tanggannya menggenggamku dengan amat erat. Ini memang terdengar berlebihan, tapi itulah cinta. semua akan dibuat lebih olehnya. lucunya, saat itu aku berusaha setenang mungkin, padahal mungkin saja dia mendengar detak jantungku yang meletup-letup.
Apalagi saat tanpa sengaja aku masuk ke pelukannya, shane. sekarang justru aku yang bisa mendengar irama jantungnya. kalau boleh, sebenarnya aku ingin lebih lama berada di sana, di dadanya yang mungkin tidak terlalu berotot, tapi tetap nyaman. rasanya hangat..
Tapi kenyataan menyadarkanku terlalu cepat, tidak seharusnya begini. Mungkin kamu bingung kenapa aku bilang 'tidak seharusnya begini'. Ibaratnya seperti aku mencintai kakak tua yang ada di sangkar, bukan elang yang bebas di alam.

kamu harus tau,
Senyumnya, shane..
Aku selalu ingat senyum itu. Beberapa kali aku melihat keraguan yang sama di sana, apa mungkin perasaannya sama shane? Sama denganku? entahlah. dia seperti pemain yang pintar memainkan drama. kadang aku dibuatnya melayang, tersanjung, berbunga-bunga, ya apalah itu namanya, dan tiba-tiba aku dihempaskan lagi. ironisnya itu terjadi bukan hanya sekali.

Aku pernah terjebak di matanya shane. meskipun hanya sebentar, lagi lagi aku sangat bahagia karena kesederhanaan itu.
Satu hal yang selalu menjadi favoritku, matanya cokelat. sama seperti matamu, tapi cokelat miliknya lebih muda. Kadang aku berkhayal, andai saja mata indah itu bisa menatapku lebih lama. Aku hanya butuh 3 detik untuk mengatakan aku mencintainya. Meskipun hanya mata yang bicara.
Shane, andai kamu disini. Mungkin gak akan sesakit ini rasanya..

Love,

Lyn

Thursday, 28 June 2012

Sejatinya Senja

Senja..

Ungunya malam mulai membaur seiring dengan tenggelamnya sang raja siang. Langit sangat cantik, kalau saja aku bawa kanvas dan beberapa kuas kesayanganku, tanpa ragu pasti aku salin kecantikan senja ke atasnya.

September.. mungkin sean lupa akan janjinya, setiap 30 september kami akan kesini. Ke balik bukit, dan menghabiskan malam memandang bintang, bersama kunang-kunang. Orang dulu bilang kunang kunang adalah lampunya orang yang sudah meninggal. Sean sering menakuti-nakitiku, bodoh saja. Aku lebih takut kehilangan dia ketimbang orang yang sudah meninggal.

Aku tidak mungkin lupa, pertama kali sean menggenggam tanganku, tawanya lepas. Puas mengerjaiku

Udara di sekelilingku tidak membawa suara dari manapun, sunyi. Tapi sesekali aku dengar ranting kering jatuh, mungkin karena tertiup angin yang sedang terburu-buru pulang. Aku selalu berhayal anginpun punya kehidupan seperti kita. Ada bapak angin, ibu angin, nenek angin, kakek angin, dan seterusnya. Aku membayangkan di atmosfer sana ada rumah yang juga terbuat dari udara. Bapak angin bertugas untuk bekerja, ibu angin memasak, dan anak angin bermain. Maka dari itu, setiap pagi dan sore, banyak angin yang berhembus kencang, itu karena bapak angin pergi dan pulang bekerja selalu terburu buru. Dan siang hari ibu angin memasak untuk suami dan anaknya karena itulah siang hari selalu panas, tapi tentu saja akan terasa sejuk kalau kita duduk di bawah pohon, di situlah tempat anak angin bermain. Hi..hihi aku geli sendiri jika mengingat imajinasiku yang terlalu liar.

“kamu disini?” suara laki laki dari arah belakang mengejutkanku. Meskipun sebenarnya aku kenal betul suara itu. Suara yang dulu milikku.

“sean..” tentunya wajahku tidak bisa berbohong menutupi keterkejutanku melihat sean benar benar datang, menepati janji kami.

“aku telat Ra?”

“hah eh engga yan,”

“kamu udah lama di sini?”

“baru kok,”

Sean langsung meletakkan tubuhnya di sampingku, di atas batang pohon yang sengaja ditebang dan dibelah dua secara vertikal untuk duduk, kami membayar orang untuk melakukannya, tepatnya dua tahun lalu.

Aku bahkan bingung mau memulai dari mana, selagi otakku menimbang nimbang apa yang sebaiknya aku ucapkan, setidaknya untuk basa basi, selama itu pula kami diam. Mungkin sean pun sedang berfikir sama denganku. Bingung mau bicara apa. Langit semakin ungu, orang orang desa sudah mulai menyalakan lampu. Cahaya matahari sudah tenggelam.

“kabar kamu gimana yan?” akhirnya aku putuskan untuk menanyakan kabar.

“baik, kamu ra?”

“hem.. lumayan,”

“lumayan baik atau lumayan buruk?”

“ya.. pokoknya lumayan,”

"kenapa lumayan? kenapa gak baik? atau kenapa gak buruk?"

aku kehabisan kata, Sean selalu tahu kapan aku baik-baik saja dan tidak. tapi petang ini terlalu indah untuk aku rusak dengan cerita yang sudah merusak duniaku.

"emm.."

"em apa?" Sean begitu tenang, karismanya tidak pernah hilang. Aku tidak menjawab pertanyaannya. lagipula sepertinya itu bukan pertanyaan. tapi penekanan bahwa Sean menyadarinya, sakit yang aku bawa ke tempat ini, yang ingin aku lepas bersama senja.

sekeliling kami sudah gelap. Sean berdiri, lalu menyalakan lampu neon sebagai cahaya satu satunya selain cahaya bulan yang masih muda. Lalu Sean berjalan dan berdiri di hadapanku, tangannya menengadah, meminta aku untuk meletakkan pasangannya, tanganku. Lalu Sean membimbingku berdiri. ya tuhan haruskah kami kembali ke waktu yang sudah tiada?

mata Sean mentapku dengan lekat, tangan kanannya memeluk pipiku dan tangan satunya menggenggam tanganku yang kecil. Aku selalu merasa dunia ini sering tidak adil, kenapa makhluk di hadapanku ini harus menjadi milik orang lain? padahal aku yakin aku yang memiliki hatinya. dan kenapa aku harus menjadi milik orang lain? yang juga sebenarnya aku cintai. hidup begitu rumit untuk selalu dipertanyakan, kenapa. tapi senja inilah yang sejati milik aku dan Sean...

Sunday, 10 June 2012

Pilih yang mana?

H-1 SNMPTN, bingung mau ngapain, dikit dikit buka timeline twitter. Dikit dikit tidur, makan, nyetel lagu. Ngerjain TPA tapi baru dua soal langsung bosen. Di timeline, orang orang ngomongin SNMPTN mulu. Gue malah jadi deg degan sendiri kalo baca twit mereka.
Kadang gue mikir, enak ya jadi mereka yang udah dapet ptn. Udah ga perlu ngadepin simak pula.
Tapi kalo gue flashback, ternyata sebagian besar dari mereka yang udah dapet ptn adalah mereka yang menghabiskan masa SMA nya lebih sering di depan buku.
Di saat gue lagi latihan krida, mereka lagi les di bimbel
Waktu gue ngurusin buku tahunan, mereka lagi ngerjain tugas dari pak aryo
Pas gue lagi jualan snack,
Mereka lagi ngulang pelajaran sebelumnya.
Rasanya gak salah kalo mereka bisa dapet ptn semudah itu. Karena mereka emang pinter.
Ya emang sih sebagian lagi juga prestasi non akademiknya gak kalah sama prestasi akademiknya, itu yg gue sebut anugrah dari tuhan.
Hidup itu pilihan, apa yang gue lakuin saat mereka sedang belajar adalah pilihan gue. Dan gue bangga dengan apa yang gue lakuin.
Kak anti pernah bilang, orang yang udah sering berhadapan dengan banyak orang, dengan kata lain maksudnya bekerja sama atau berorganisasi, akan lebih mudah sukses daripada orang yang lebih sering berhadapan dengan buku.
Eit gue gak bilang orang yang lebih sering berhadapan dengan buku itu ga bakal sukses ya. Semua orang punya kesempatan yang sama, tergantung orang itu pilih jalan yang mana?

Tuesday, 5 June 2012

Koin Cinta Untuk Dhesna

heeem ooke gimana ya mulainya. gue malu sebenernya nyeritain ini, tapi kayaknya kejadian ini terlalu berharga buat gak di dokumentasiin. jadi begini ceritanya...

di mitra, gue bidara, aldi, yuli, mega lagi diskusi sama kak maya. terus seperti biasa gue noceh sesuatu yang gak penting, yang penting gue ngomong. soalnya gue gak suka diem.
gue : "aduuuuh iya bensin gue abis,"
aldi : "yaudah belilah!"
gue: "ga punya duit," (ini bencanda loooh beneran becanda)
dan tauuu gak aldi ngapain? aldi ngeluarin uang seribu, buat nyumbang katanya lumayan. eh terus bidara juga disuruh nyumbang seribu. disitu gue masih nyantai. soalnya cuma aldi sama bidara. dan gue kira mereka bencanda walaupun duit dua ribunya udah di depan gue. eh si aldi dengan gaya nya yang kaya bos (aldi emang berpotensi jadi bos) dia nyuruh mega sama yuli ikutan. gue panik! sumpah! dalem hati gimana nih kalo yuli sama mega ikutan. daaaaaahhh ternyata mega ngeluarin seribu dari dompet nya! bayangin! gak berenti di situ aja, yuli juga ngeluarin duit bahkan dua ribu. ya allah..... segininyakah? tiba tiba azka dateng dan aldi juga mendoktrin azka buat ikutan patungan beliin gue bensin. oh god mereka terlalu baik atau terlalu jahat sih? gak lama kemudian adrian dateng. udah ketebak kan bakal kayak gimana? yap betul banget! aldi juga nyuruh adrian buat patungan. dan adrian ngeluarin gope dari dompetnya. miris saudara-saudara...
udah tukan berenti. eeeeeehhhh si aldi nularin ke utari juga ke hilda juga, mereka berdua ngeluarin dua ribu dari masing masing dompet :') gue bingung, mau nangis, tapi gatau karena terharu apa karena malu. tadinya duitnya gak mau gue ambil. tapi karena aldi kayak yang tadi gue bilang, berpotensi jadi bos. gue gak bisa nolak. soalnya kalo gue olak malah tambah panjang, lama lama sema orang di mutra disuruh patungan sama aldi.

naah pas di jalan pulang, akhirnya gue beli bensin. tapi ini pake duit gue loooh! dan duit mereka hasil patungan tadi langsung gue bingkai dan gue abadikan :') gue tau mereka cinta sama gueee. kalo dulu namanya koin peduli bilkis, yang sekarang namanya koin cinta untuk dhesna :')


Friday, 1 June 2012

18th Birthday

Wow! HAPPY BIRTHDAY GIRL! happy birthday to Me!
Hal pertama banget yang langsung ada di pikiran gue adalaaah, "hm tua yah,"
Rasanya belom siap dan belom pantes buat dapet gelar 18 tahun. Pola pikir yang masih kaya bocah, tas ada boneka jerapahnya, kalo jalan sambil jingkrak jingkrak cengar sana cengir sini. Wibawa aja kayaknya ga ada. Ini yang disebut dewasa? Kedewasaan nuntut gue buat ngelakuin banyak hal, nentuin masa depan gue mau jalan lewat mana, nentuin prioritas disaat kehidupan SMA justru berada di titik rawan. Siswa SMA bukan, mahasiswa juga belom.
Jadi inget, ade gue bilang, "kak entar kalo jurusan kakak ga ada temen satu sekolah gimana? Kan malu kenalannya," itu pola pikir anak kelas 2 SMP yang pemalu. Suka mikir sendiri, Apa dulu gue juga kayak gitu? Mau kenalan aja harus dianter mama papa.
Tapi kayaknya engga deh,
Dari kecil gue udah dilahirin dengan ketidakmaluan. Maksudnya, gue ga tau malu. Intinya sih itu. Tampil dilapangan joget jogetpun, asal pake baju buat gue bukan hal yang memalukan. Itu seru!
Tapi sekarang... Apa masih bisa jalan cuek didepan cowo walaupun rambut ga sisiran dan ada upil nyangkut di lobang idung?
Apa masih bisa manja manjaan sama kakak mitra kayak kaka sendiri?
Apa masih bisa tidur bareng mama terus minta pantat diusap usap?
Maah, anak mamah udah gede yah.
Udah ga bisa ngelakuin hal hal yang dilakuin sama bocah.
Udah ga boleh makan es krim belepotan,
Udah ga boleh ngomong menye menye.
Udah harus mikirin gimana caranya nyekolahin ade walaupun masih kuliah. Udah idup 18 thn tapi belom ngelakuin apapun yang berguna buat orang lain. Gak banget kan?
Hah asal tau mana yang baik dan gak baik.
Sekali lagi selamat ulang tahun ya dhesna :)

Wednesday, 30 May 2012

Tidak Berbanding Sama dengan Satu

Melawan takdir emang hal paling sulit di dunia. Bahkan bisa dibilang hampir mendekati mustahil. Jadi yaa, nikmati aja yang udah menjadi takdir kita. Lagipula allah menggariskan takdir bukan dengan sistem komputer yang bisa secara acak penempatannya. Semua orang punya porsi.
Hidup ini ada timbal baliknya bung,
ada saat kita harus mendongak bahagia,
ada juga saat kita tertunduk menangis.
Semua orang pasti bertanya tanya, kenapa perbandingan timbal balik kehidupan itu tidak sama dengan satu. Yang artinya presentase kebahagian dan kesedihan itu sama rata. Misal, 5 menit senang, 5 menit sedih. Jadi dalam sehari kita akan sedih selama 16 jam, begitu pula senang.
Tapi tidakkah kita berfikir? Bahwa keseimbangan di alampun tidak berbanding sama dengan 1.
Mereka punya porsi.
Begitupun timbal balik kehidupan.
Bahagia itu relatif bung,
Bahkan tangisan akan terasa membahagiakan jika kita tau titik berat pada tangisan tersebut.
Titik berat yang membagi objek menjadi 2, perbatasan kesedihan dan kebahagiaan.
Dan saatnya titik berat itu berhasil ditemukan,
Percaya bung,
Saat anda menangis, dengan mudah anda akan tersenyum.

Saturday, 26 May 2012

GUE LULUS!

Aaaah ini bahagianya gak terkira banget, gue lulus SMA! walaupun gue sedih sekarang gue bukan anak SMA lagi, tapi bahagianya ngalahin semuamuanya. 

Wednesday, 23 May 2012

Mimpi

Mimpi..
Adalah kunci, untuk kita menakhlukan dunia.
Berlarilah, tanpa lelah
Tanpa lelah..
Peluh itu tak berarti apa-apa
Kehitaman di bawah mata juga tak berarti apa-apa
Karena kami punya mimpi
Dunia selalu berputar itu memang benar,
Dan kami percaya ada saat anugrah-Mu akan sampai.
Saat semua mimpi tidak lagi sebuah mimpi
Saat idealisme berubah menjadi realisme
Ketika kobaran semangat benar benar menakhlukan dunia!
Kami di sana, di atas ibu pertiwi yang renta dan haus akan kasih beta.
Kami yang akan meneruskan perjuangan mereka para pahlawan, yang akan mengembalikan si tua renta ibu pertiwi menjadi gadis umur 17. Yang selalu dipuja, yang selalu dilindungi, yang selalu diinginkan.
Kami tidak berjanji,
Karena janji itu bukan bukti.
Kami berusaha,
Kami berserah..

Wednesday, 9 May 2012

Hari Galau Sedunia

Kalau ada hari paling galau sedunia, itu ya hari ini. Besok adalah tanggal 10 mei teman teman. Tanggal yang mengharuskan gue milih 2 dari sekian banyak jurusan buat nentuin masa depan gue. Masa depan loh :')
Mari kita mengulas kembali pilihan pilihan gue selama ini.
Pasti ga ada yang ngira gue pernah kepikiran buat milih akutansi, ya mungkin nanti gue bisa kerja di bank. Tapi itu dulu, waktu kelas satu.
Pas kelas dua, gue beralih ke arsitektur. Hm.. Oke mungkin bakal panjang ngebahasnya, alasan pertama. Gue suka banget sama yang namanya seni. Buat gue, mereka kayak makanan sehari hari, yang kalo ga ada mungkin gue bakal kelaparan terus matek. Ini gak lebay loh. Beneran.
Kedua, hasil psikotes disekolah, bilang gue itu cocoknya di teknik arsitektur. Atau teknik design dll. Ohmygod itu emang gue banget, tau aja deh mbak mbaknya. Semua orang setuju, semua orang ngdukung. Tapi ada dua hal yang bikin gue mutlak ga bisa milih arsitektur. *yah nangis deh nih*
Nyokap ga setuju :') alasannya karna pembangunan di indonesia itu kurang maju. Dan mungkin sulit buat nyari kerja. Begitu katanya.
Kedua, ada keadaan yang mengharuskan gue bener bener ga milih itu :')
Dari dulu gue pengen banget bisa kerja pake heels, rok diatas lutut, kemeja tangan panjang motif bunga, atau batik mungkin ya. Bawa bawa laptop, rambut panjang bergelombang, kadang kadang disanggul kecil, kadang kadang kuncir kuda, kadang kadang digerai. Impian cewe banget ya hehehe, kalo ciri cirinya kayak gitu, ya paling ada teknik industri. Karna ga mungkin rasanya gue ngelirik jurusan jurusan ips yang bikin gue mabok. Tapi teknik industri itu... Banyak yang mau dan kuotanya sedikit saudara saudara. Sejak saat itu gue ngelirik METALURGI, jurusan paling pas, paling tepat. Gue emang gak jago soal kimia, bunda yetty tau banget kimia gue kayak gimana dulu waktu kelas satu. Tapi gue suka. Yang bikin tambah jatuh cinta lagi adalah peluang kerja yang menghasilkan banyak uang. Wow! Matre? Apa serakah? Ya wajarlah. Sekolah tinggi itu tujuannya buat sukses, sukses itu menghasilkan uang. Dan ga bisa munafik, bahwa materi itu bisa jadi sumber kebahagian, kepuasan dari kerja keras.
Sebenernya yang bikin galau bukan dari metalurginya, tapi bingung buat nentuin pilihan kedua. Sempet kepikiran teknik sipil, tapi masa sih? Serius nih? Cewek loh. Atau ngambil teknik komputer? Melenceng banget gak sih? Yang sangat tidak mungkin melebihi ketidakmungkinan gue milih arsitektur adalah kedokteran dan kawan kawannya. Gak suka biologi hrrgggg. Jadi apa? Harus milih apa gue???!?!

Saturday, 14 April 2012

'Dobarstic'

Pada kenyataannya, sering kali kita harus mengorbankan sesuatu yang berharga untuk mendapatkan yang lebih berharga.
Hidup itu fleksibel guys, saat kita mengibaratkan ia seperti air. Ia akan terus mengalir. Jauh tanpa henti. Tanpa henti meskipun ia telah menemukan muaranya. Karena saat air terjebak pada muaranya, dengan bijaksana ia akan menguap, memilih jalan lain agar ia tetap mengalir sebagaimana harusnya. Dan justru jalan lain itulah yang menjadikannya berbeda, berguna.
Saat kita mengibaratkan ia seperti bibit, ia akan tumbuh mengikuti alur. Memulai kehidupan dari setitik biji sampai ia menjadi pohon yang besar. Dari sekedar kecambah sampai ia sangat amat berguna dalam arti sebuah kehidupan itu sendiri.
Dan saat hidup adalah sebuah cinta, yang tidak terdefinisikan di kamus manapun artinya, yang telah menjadi akar perkembangan zaman, landasan sebuah kehidupan. sebuah makna yang abstrak, yang bahkan mampu meluluh lantakkan dunia. Maka ia akan rela berkorban, meskipun yang dikorbankan adalah kebahagian.

Tuesday, 3 April 2012

Sunday, 25 March 2012

Sepatu Merk Baru

Peristiwa ini terjadi di pasar, pagi pagi banget (bukan pagi buta) gue ke pasar nemenin nyokap, biasalah calon istri, harus rajin rajin belajar dari ibu :') ehtapi perlu diketahui kalo belajarnya sama ibu yang kaya nyokap, ada bonusnya, selain jadi istri yang baik, ibu yang baik, gue juga bisa jadi suami yang tangguh! Kenapa begitu? Karena nyokap gue adalah wanita lembut berjiwa lelaki :'). Oke back to topic, gue sih tugasnya yang bawa bawain barang belanjaan sambil dengerin nyokap nawar, dan lain lain. Jalan nya di belakang nyokap gue, terus kalo lagi lewat abang abang tukang sayur atau tukang ayam yang suka iseng suit suitin, tenang aja. Gue ga takut di godain. Tapi bukan karena nyokap gue itu serem dan mereka bakal takut, justru yang bakal di godain adalah nyokap gue itu sendiri -..- oh god ini yang masih perawan sebenernya gue apa nyokap sih?
Orang orang lebih tertarik godain nyokap gue yang udah hampir setengah abad dibanding gue yang belom nyampe seperempatnya :') itu semua tidak lain tidak bukan karena nyokap gue adalah wanita lembut berjiwa lelaki berparas ABG. Masih kinclong! (ini gue ga bermaksud lg masarin nyokap ya -_-).
Selesai belanja dapur, nyokap ngajakin naek ke lantai atas buat liat liat kaos kaki (bawa bawa ayam mentah & segala macam sayuran). pas lagi jalan di antara toko toko, ada ibu ibu ngomong,
Ibu ibu : neng mampir dulu sini liat liat, ada sepatu nikita willy, ada sepatunya ayu ting ting juga nih
(ngomongnya bukan ke gue)
Dalem otak gue mikir, emang sepatu nikita willy yang kaya gmana sih? Stileto gitu? Terus ayu ting ting apaan emang sepatunya? Karena penasaran, gue deketin aja tu toko, mumpung nyokap lagi liat liat batik di toko sebelahnya. Dengan bodongnya gue sempet mikir sepatunya itu sepatu yang ada gambar nikita willy atau ayu ting ting di bagian telapak kakinya. Dan ternyata pas gue liaaaat -_-
Itu wedges! Yah ampun segitunya kah orang indonesia menyebut wedges? Gue bingung banget di situ, gue sendirian, tapi gue bener bener pengen ngakak. Tapi gak tega sama si ibu ibu yang jualan. Akhirnya gue pergi tanpa pamit.. Nyusul nyokap yang ternyata udah ga ada di toko sebelah

Saturday, 24 March 2012

Jalu vs Elmo wkwkwk

Tadi abis latihan ansambel tercinta, ga bisa berenti ketawa kalo inget tadi jalu sama elmo yang sama sama kuat ego nya, maen ngambek ngambekan. Emang elmonya sih yang mulai. Tapi pas dicuekin sama jalu, eh si elmo ikutan niup pianika, minta diajak banget wkwkwwkwkwk. Sampe situ mereka gak langsung baikan. Tiba tiba elmo pergi bawa tas, gatau kemana. Gue, jalu, nisa, abel, fitri, meivy nerusin latihan sampe selesai. Dan tiba tiba!
Elmo balik lagi, dia blg gini
"Balik dulu jal," (pamit ke jalu, masih mau pamit? Wow) dan lucunya lagi jalu blg
"Iya mo, dadah,"
Oh may gat dadah? Beneran dadah? Iya beneran jalu blg dadah. Wkwkwk padahal mereka berdua lagi sebel sebelan loh. Kaya bocah ya lucu banget :')

Thursday, 22 March 2012

Wanita Paruh Baya

Ironi seorang wanita paruh baya
Letih sejauh mata memandang
Dekat, bertumpu pada batangnya
Mata ini tergoda untuk menangis..
Memikirkan wanita paruh baya

Ironi sebuah kehidupan
Bahagianya ada pada raga lain
Wanita paruh baya
Ringkih badan, hilang asa

Mimpi sejuta bintang
Redup lilin di genggaman
Wanita paruh baya
Hampir tenggelam di tengah lautan kehidupan

Blue!

Ini adalah warna kutek paling unyu yang gue punya. Gue ngepost ini sebenernya bukan mau pamer, tapi buat kenang kenangan aja. Biar suatu saat pas gue buka buka postingan gue sendiri dan tiba saatnya gue ngeliat post ini, gue bakal bilang "Ih yaaampun! Gue pernah punya kutek selucu ini,"

Wednesday, 21 March 2012

Tak Bertemu Tatap

Cinta itu luas.
Ia tidak mengenal siapa.
Tidak mengenal apa.
Tidak pula mengenal kapan.
Aku punya cinta,
Cinta yang terluka.
Yang datang tanpa tahu nama
Yang tumbuh tanpa pernah bertemu tatap
Yang mengakar meski berbeda generasi.
Mereka,
Keduanya,
Harusnya menjadi pelindung
Pergi karena tuhan menghendaki lain.
Kakak..

Saturday, 10 March 2012

Satunya Smansa

Smansa itu satu! tapi jelas gue kangen Smansa yang satu. bukan Smansa 33, Smansa 34, atau Smansa 35. Agak sedih kalo ngeliat tiap angkatan ngumpul tapi yang di sebut sebut adalah 2 angka yang di jadikan mereka sebagai pemisah. Emang ga salah sih, ga ada peraturannya juga. tapi dimana "SATU" nya?
Padahal buat gue satunya Smansa itu punya arti lebih. Satunya Smansa ngegambarin nyatunya seluruh elemen Smansa, dari mulai Kepala Sekolah, Guru, Murid, Mamang-Mamang, sampe semutpun ikut berkecimpung dan ngambil perannya sendiri. Satunya Smansa nunjukin ga pernah ada Senioritas apalagi junioritas. Satunya Smansa secara tersirat bilang ke gue, bahwa miliknya yang paling sejati itu adalah sebuah persaudaraan yang amat erat.
Tapi tragisnya, Satunya Smansa juga ngajarin gue makna yang jauh lebih sejati dari sebuah persaudaraan. Satunya Smansa nunjukin individualisme, dimana satu itu adalah angka yang paling mutlak ada di dalamnya. Satunya Smansa cerita bahwa masing masing individu punya warna, warna keegoisan. Satunya Smansa ngajarin gue, bahwa untuk bertahan, lo cuma punya satu tubuh lo, satu hati lo, satu otak lo, dan satu mimpi lo. Satunya Smansa ngajarin gue, dalam kebersamaan yang paling erat dan hangat, pasti ada aja yang ngerasa bahwa dirinya sendiri, meskipun itu cuma satu. Satunya Smansa bilang, kalo lo mau jadi diri lo, lo harus tau diri mereka. Satunya Smansa melambangkan pemimpin, tapi sang pemimpin terkadang atau bahkan sering merasa dirinya hanya satu. hanya satu tanpa bawahan.
ya, di balik itu semua, Satunya Smansa itu SATU-SATUNYA kebanggaan di hati gue :)

Friday, 24 February 2012

Tujuan Hidup

"kalo bisa nangis, dari dulu mama udah nangis dhes. Tapi ga bisa, aer matanya udah pindah jadi keringet,"
"kamu belajar yang bener, biar jadi orang sukses. Biar capeknya mama kebayar"
"mama kuat ya karna kamu sama angga kak, kalo ga ada kamu berdua juga mama udah keluar dari depok." |mama

Aku pun, ikut menghitung hari.  Menggeratak cara lain lagi bagaimana rela menjadi sekejap yang aku bisa. Seakan-akan di tepas kesakitan menu...