Senin, 06 Februari 2017

Hujan kali ini lebat tertutup kabut yang putih tebal, biasanya aroma rindu semerbak memonopoli atmosfer. Tapi kali ini rasanya hambar seperti kosong, bukan karena tidak ada kamu di relung, namun kehidupan lebih sering tidak seperti rencananya.

Aku hanya diam tanpa bisa menulis.

Sabtu, 21 Januari 2017

sejauh merintih saat sulit, biarkan aku buat mereka bahagia lebih lama dari itu.

Jumat, 23 Desember 2016

Hari Ibu

Pulang kantor, langsung ngusyel ngusyel emak.
*percakapan datar*
Dhesna : mah, kan hari ini hari ibu
Mama : Iya emang mama juga baru inget tadi siang
Dhesna : Mamah mah hari ibunya tunda sampe tanggal muda yak
Mama : Iyak.
*balada tanggal*

Buat kami, hari ibu itu ga ada tanggalnya, sebab setiap hari, setiap jam dan detiknya setiap keringat yang keluar itu untuk ibu.

Kamis, 15 Desember 2016

setiap hari rasanya seperti, besok aku mungkin kehilangan, lagi dan utuh. maka boleh aku minta lampiaskan saja hingga puas? cinta yang masih ada hingga tidak ada sisa.

Selasa, 13 Desember 2016

Bukan Jatah

dua burung kecil bersahutan di atas kabel kabel listrik yang melintang dari rumah ke rumah. aku berdiam dan terfokus pada kicauan mereka. terlalu pagi untuk mencari hangat dari matahari. cahaya yang muncul baru sebagai formalitas. nyatanya angin yang tidak sengaja menggesek kulitku seperti meninggalkan rasa dingin yang lama hilangnya.

tiba tiba pagi yang manis terasa hambar. dingin dari angin membuat aku jadi fakir bahagia. aku bahkan tidak pernah lupa rasa hangat dari telapak tanganmu yang terangkul di pundak. rasanya nyaman.

diantara rasa rasa ini, aku tetap sadar bahwa aku telah kehilangan. meskipun sesungguhnya ragamu tidak pernah pergi jauh. yang mengenaskan adalah ketika kamu selalu berhasil buat aku jatuh cinta. setiap hari. tapi mau bagaimana lagi? cinta sudah bukan jatah kita.