Selasa, 06 Desember 2016

Kamu

Cahaya motor yang lalu lalang menyala dalam layar gelap setengah cermin. sekilas seperti titik titik bintang yang bergerak cepat. Di satu sisi kilau putih tertinggal jauh karena aku yang bergerak lebih cepat lagi.
Diantara sinar itu aku tetap melihat kamu dalam pejaman mata. Tidak seperti hukum alam yang menyimpan memory cahaya dalam pandangan, kamu seperti zat yang mencandu dalam ingatan. Terlebih karena aku terlalu sadar bahwa kamu merasuk bersama udara yang aku hirup dan hembus dan begitu secara berulang.

Jumat, 02 Desember 2016

Sesungguhnya putih tidak pernah berhak atas warna. dan hitam mutlak mati dalam ideologi. Tidak nampak bukan berarti gelap, tapi bening justru menjadi kamuflase paling nyata. Aku belajar manajemen hati, dan satu satunya kamuflase adalah diri sendiri. Tapi bagaimana lagi caranya menahan tangis, sedang air mata rasanya seperti jarum ketika mendekam. Ketika pertahanan semakin tipis, kepalsuan adalah titik jenuh, dan luka seperti bom waktu yang akhirnya akan meletus.

quote mak hari ini yg bikin tercengang dan speechless.
ceritanya lagi gemesin dhesna sambil cubit cubut paha
"Duuuh anak mama cantik, apalagi kalo diedit."
coba mau dikata apa coba

Jumat, 25 November 2016

Patah Hati

Di antara samudera yang menyatu satu dengan lainnya, air mata tenggelam dalam kisah pedih yang tak kunjung usai. Darimana lagi aku dengar, ketika namamulah yang menjadi favorit getar yang sampai ke telinga.
Debar tidak menampik ciuman kening di dalam hening. Namun demi langit di atas langit, takdir yang lebih dari mutlak memberi batas antara cintaku dan namamu.
Pada akhirnya aku muak pada cinta yang terlalu besar, sebab hati berkorban lebih dari ketika jatuh dan patah.

Minggu, 20 November 2016

Malam ini bulan muncul dari pinggir telaga, menggariskan kilauan cahaya di atas air tawar. Bau air dan wewangian tanah menguasai inderaku. Meski pelan pelan isak bersahutan tanpa air mata, hati sesak bukan main pura pura bahagia.